Konsep Memaafkan Dalam Menenangkan Jiwa Remaja Dari Keluarga Broken Home

  • St. Hajrah Syam IAIM Sinjai
  • Rahmatullah Rahmatullah Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai
  • Nensi Ratnasari Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai
  • Nuraisyah Nuraisyah Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai
Kata Kunci: Broken Home, Konsep Memaafkan, Remaja

Abstrak

Masa remaja merupakan masa konflik batin bagi banyak individu karena pada masa inilah banyak remaja mencari jati diri. Selain itu, mereka juga memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga pembinaan dan bimbingan anggota keluarga dan orang terdekat terutama orang tua sangat penting untuk membimbing remaja melakukan kegiatan yang positif dan bermanfaat. Namun sayangnya, banyak remaja menemukan diri mereka dalam situasi genting, dengan keluarga yang hancur, atau lebih tepatnya, dengan keluarga yang hancur.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa itu  broken home, serta mengetahui bagaimana konsep memaafkan dalam menenangkan jiwa remaja dari keluarga broken home. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kepustakaan, yaitu penelitian yang mencakup rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan metode pengumpulan data pustaka. Dalam Hasil Penelitian ini menjelaskan bahwa memaafkan dalam menenangkan jiwa remaja dan keluarga broken home sangat penting untuk remaja

Referensi

Abdul Aziz bin Abdullah al-Ahmad, Mental Health (Studi Korelatif Pemikiran dan Psikologi Modern Ibnu Qayyim), (Jakarta: Pustaka Azzam, 2006).
Ali Qaimi, Peran Ganda Ibu Tunggal dalam Membesarkan Anak (Bogor: Cahaya, 2003).
Asep Haerul Gani, Terapi Pengampunan, (Yogyakarta: Penerbit Kansius, 2011).
Diterjemahkan oleh Chaplin J.P., Kamus Psikologi Lengkap, Kartini Kartono (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2008).
Firaz Nabila Yusuf dan Rena Latifa, “Dampak Memaafkan, Bersyukur, dan Lama Menikah pada Istri Jakarta Selatan,” Jurnal Psikologi TAZKIYA, Vol.22, No.2, Oktober 2017.
Salafuddin Abu Sayyid, Syarah Hadits Arba'in, (Hanya: Pustaka Arafah, 2007).
Sharon, "Terapi Pengampunan: Konteks dan Konflik," Jurnal Psikologi Teoritis dan Filosofis. gulungan. 25, No.1, 2005.
Toussaint, L & Webb, J.R. Perbedaan gender dalam hubungan antara empati dan pengampunan. Jurnal Psikologi Sosial. gulungan. 145, No.6.
Willis Sofyan S., Konseling Keluarga, (Bandung: Alpha Beta, 2008).
Zakiah Darajat, Peran Agama dalam Kesehatan Mental, (Jakarta: Haji Masagung, 1988).
Diterbitkan
2023-04-30
Bagian
Articles