KESEIMBANGAN NILAI INSANIYAH PERSPEKTIF HUKUM ISLAM
Abstract
Islam adalah Agama yang hadir di muka bumi ini untuk menyampaikan ajaran-ajaran tentang keadilan dan kemanusiaan bagi seluruh umat manusia. Islam diketahui memiliki karakteristik yang khas dibandingkan dengan agama-agama yang datang sebelumnya. Ajaran-ajaran Islam perlu dipahami melalui jalan yang praktis karena fungsi agama ini adalah untuk memberikan solusi-solusi yang terbaik atas segala problema sosial yang ada dalam masyarakat. Hukum Islam yang menjadi pedoman utamanya adalah Al-Qur’an dan Hadis yang dikuatkan dengan Kajian Ilmu Fiqhiyyah dan Ushuliyyah, sesungguhnya telah sempurna untuk menjawab persoalan-persoalan akidah, ibadah, muamalah maupun syariah, sehingga konsep hukum Islam bersifat dinamis dan syumulatu zzaman atau sempurna terhadap zaman. Konsep hukum dalam Al-Qur’an adalah ide pokok yang mendasari gambaran yang bersifat umum mengenai esensi atau hakekat hukum dalam Al-Quran. Keadilan dalam konsep Al-Qur’an, yakni: Pertama, keadilan dalam arti keseimbangan. Kedua, keadilan dalam arti persamaan dan tidak adanya segala bentuk diskriminasi. Ketiga, keadilan dalam pengertian memberikan “perhatian terhadap hak-hak individu dan memberikan hak-hak itu kepada setiap pemiliknya” Keempat, keadilan yang dinisbatkan kepada Tuhan. Konsep kemanusiaan dalam Al-Qur’an bertujuan untuk kesejahteraan manusia, seperti kewajiban tolong-menolong, zakat, infak, wakaf dan sekdekah.
References
AshShiddieqy, Teungku Muhammad Hasbi, Falsafah Hukum Islam (Cet. I; Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2001)
Doi, Abdur Rahman I. Doi, Shari’ah The Islamic Law. Diterjemahkan oleh H. Basri Iba Asghary dan H. Wadi Masturi dengan judul Shari’ah Kodifikasi Hukum Islam (Cet. I; Jakarta: PT Rineka Cipta, 1993).
Fathoni, Miftah Ahmad Fathoni, Pengantar Studi Islam, (Semarang: Gunung Jati, 2001).
Hakim, Atang Abd. dan Dr. Jaih Mubarok, Metodologi Studi Islam, (Bandung: Rosda, 2006 ).
Nurjaeni, Konsep Keadilan Dalam Al-Quran: sebuah telaah al-adaabi wal ijtimaa`i (WWW.duriyat.ir.id/artikel/html), (7/4/16).
Purwadarminta, WJS, Kamus Umum Bahasa Indonesia (Yagyakarta: Balai Pustaka, 1986).
Syahidin dkk, Moral dan Kognisi Islam, (Bandung: Alfabeta, 2009).
Syaltut, Mahmud, Al-Fatawa (Cet. III; Kairo: Dar al-Qalam, [t.th.]).
Schacht, Yoseph, An Introduction to Islamic Law (Oxford: Oxford University Press, 1964), h. 1.
Shihab, M. Quraish, Membumikan Al-Quran: Fungsi Wahyu dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat (Cet. XXV; Bandung: Mizan, 2003).
Syukur, M. Amin, Pengantar Studi Islam, (Semarang:Pustaka Nuun, 2010).
Rasdiyanah, Andi, Hukum Islam – 2, Bahan Kuliah (Makassar: PPs IAIN Alauddin Makassar, 2005).
Zahra, Muhammad Abu, Uşul al- Fiqh, Dietrjemahkan olehSaefullah Ma’shum dengan judul Ushul Fiqih (Cet. VI; Jakarta: Pustaka Firdaus, 2000).
The authors of a work hold the copyright and grant Al-Ahkam: Jurnal Hukum Pidana Islam the right of first publication. The work is also licensed under the Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0), which enables others to share the work while acknowledging the authorship and initial publication in the journal. The authors can make separate contractual agreements for the non-exclusive distribution of the published version of the work, such as by posting it to an institutional repository or editing it for a book, with an acknowledgment of its initial publication in this journal. Authors are allowed and encouraged to post their work online, such as in institutional repositories or on their website, before and during the submission process. This can lead to productive exchanges and greater citation of the published work.

2.png)
1.png)
2.png)
1.png)
1.png)
1.png)
1.png)
.png)
.jpg)
.png)


