UNSUR-UNSUR NEGARA PERSPEKTIF AL-SIYASAH AL-SYAR’IYYAH
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap unsur-unsur negera dalam Islam, yaitu yang termaktub dalam Kitabullah, khususnya surah al-Hajj Ayat 41. Metode yang digunakan dalam peelitian ini adalah metode Library Research, yakni menelaat buku-buku dan karya-karya ilmiah terkait masalah tersebut di atas. Ditemukan dalam penelitian tersebut, bahwa Alqur’an telah memberi isyarat akan hal demikian, kendati saat itu bentuk negara Madinah masih sangat sederhana. Akan tetapi, jika melihat unsur-unsur yang disebutkan oleh pakar-pakar Hukum Internasional dewasa ini yakni wilayah, rakyat, dan pemerintahan, nampak bahwa dalam kesederhanaannya itu negara Madinah di masa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam telah memenuhi unsur-unsur tersebut. Bahkan, unsur keempat yang disebutkan oleh para pakar Hukum Internasional modern yaitu kemampuan menjalin hubungan dengan pihak lain, juga telah diisyaratkan dalam ayat tersebut di atas. Diharapkan dari penelitian ini menjadi pembuka pintu bagi penelitian-penelitian berikutnya khususnya terkait masalah-masalah ketatanegaraan.
References
2. L. Oppenheim - H. Lauterpacht, International Law: A Treatise, Vol. I – Peace, 8th ed. (London: Longmans, 1955).
3. Muh. Kusnadi dan Bintan R. Saragih, Ilmu Negara., Cet. IV, Jakarta: Penerbit Gaya Media Pratama, 2000.
4. Karl Doehring, State, dalam: R. Bernhardt (ed.), Encyclopedia of Public International Law 10: States, Responsibility of States, International Law and Municipal Law (Amsterdam: Elsevier Science Publishers B.V., 1987).
5. FX. Adji Samekto, Negara dalam Dimensi Hukum Internasional (Bandung: Citra Aditya Bakti, 2009).
6. David Raic, Statehood and the Law of Self-Determination (The Netherlands: Kulwer Law International, 2002).
7. Miriam Budiardjo, et. al., Pengantar Ilmu Politik (Cet. IV; Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka, 2007).
8. Sa’ad ‘Ushfur, al-Qanun al-Dusturi wa al-Nudzum al-Siyasi (Iskandariyah, Mesir: Mansya’ al-Ma’arif, t.thn.
9. Wazarah al-Auqaf wa al-Syu’un al-Islamiyah, Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Quwaitiyah (Cet. II, Kuwait: Daar al-Salaasil, thn. 1404 H.
10. Sa’ad bin Mathar al-Mursyidi al-‘Utaibi, Fiqh al-Mutaghayyirat fi Alaaiqi al-Daulah al-Islamiyah bi Ghairi al-Muslimin, (Cet. I, Riyadh: Daar al-Fadhilah, thn. 1430 H/2009 M.
11. Khairuddin Al-Zirikli, al-A'lam, Cet. VII, Beirut: Daar al-Gharb al-Islami, thn. 1407 H/1987 M.
12. Ibnu Khaldun, Muqaddimah Ibnu Khaldun, t.Cet. Beirut: Daar al-Fikr dan Kairo: Daar al-Sya'b, t.th.
13. Ibnu al-Azraq, Bada’i al-Suluk fii Thabai’ al-Muluk, Ta’liq: Ali Syami al-Nassyar (Iraq: Wazarah al-I’lam bi al-Jumhuriyyah al-Iraqiyyah, t.thn).
14. Jamaluddin al-Syizari, al-Manhaj al-Suluk fi al-Siyasah al-Muluk, Tahqiq: Ali bin Abdullah al-Musa, (Cet. I, Urdun: Daar al-Manar, thn. 1407 H).
15. Huala Adolf, Aspek-aspek Negara dalam Hukum Internasional (Bandung: Keni Media, 2011).
16. Chiara Giorgetti, A Principled Approach to State Failure: International Community Actions in Emergency Situations (Leiden: Martinus Nijhoff Publishers, 2010).
17. Malcom N. Shaw, International Law. 6th ed, (Cambridge University Press, 2008).
18. Syamsuddin Muhammad bin Ali Ahmad al-Daudi, Thabaqaat al-Mufassirin, Tahqiq: Ali Muhammad Umar, (Cet. I, Kairo: Daar al-Wahbah, thn. 1392 H/1973 M).
19. Muhammad Salim al-‘Iwaa, Fi al-Nidzom al-Siyasi li al-Daulah al-Islamiyah, (Kairo: Maktabah al-Mishri al-Hadits, thn. 1979).
20. Hasan Shubhi Ahmad Abdul Latif, al-Daulah al-Islamiyah wa Sulthatuha al-Tasyri’iyyah, (Iskandariyah: Muassassah Syabab al-Jami’ah, t.thn.
21. Muhammad Fathi Utsman, Min Ushul al-Fikri al-Islami, (Cet. I, Beirut: Muassasah al-Risalah, thn. 1979 H).
22. Ihsan Abdul Mun’im Abdul Hadi Samarah, al-Nudzum al-Siyasi fi al-Islam, (Cet. I, Aman: Daar Yaaqaa, thn. 1420 H/2000 M).
23. Al-Thabari, Abu Ja'far Muhammad bin Jarir, Jami' al-Bayan an Ta'wil Aiy al-Qur'an, Tahqiq: Abdullah bin Abdul Muhsin al-Turki, t.Cet. Markaz al-Buhuts wa al-Dirasaat al-Arabiyah wa al-Islamiyah dan Daar al-Hajr, t.thn.
The authors of a work hold the copyright and grant Al-Ahkam: Jurnal Hukum Pidana Islam the right of first publication. The work is also licensed under the Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0), which enables others to share the work while acknowledging the authorship and initial publication in the journal. The authors can make separate contractual agreements for the non-exclusive distribution of the published version of the work, such as by posting it to an institutional repository or editing it for a book, with an acknowledgment of its initial publication in this journal. Authors are allowed and encouraged to post their work online, such as in institutional repositories or on their website, before and during the submission process. This can lead to productive exchanges and greater citation of the published work.

2.png)
1.png)
2.png)
1.png)
1.png)
1.png)
1.png)
.png)
.jpg)
.png)


