COMMUNITY PERCEPTIONS OF THE JUJURAN TRADITION IN THE WEDDINGS OF THE TIDUNG TRIBE IN TARAKAN, NORTH KALIMANTAN
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan tradisi jujuran dalam pernikahan suku Tidung di Tarakan, Kalimantan Utara, serta makna simbolik dan fungsi sosial budaya yang terkandung dalam tradisi tersebut dan mengeta hui pandangan masyarakat suku Tidung terhadap tradisi jujuran dalam pernikahan dari perspektif hukum Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi, dimana data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tokoh adat, budayawan, dan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi jujuran tidak hanya merupakan pemberian materi semata, tetapi lebih sebagai simbol penghormatan dan tanggung jawab dari pihak laki-laki kepada keluarga perempuan. Meskipun bentuk dan jumlah jujuran telah mengalami penyesuaian sesuai dengan perkembangan sosial dan ekonomi, nilai-nilai inti seperti kesungguhan, penghormatan, dan keseriusan dalam membina rumah tangga tetap dijaga. Selain itu, tradisi jujuran juga memiliki fungsi sosial dan budaya yang signifikan, yaitu mempererat hubungan antar keluarga, memperkuat solidaritas sosial, serta menjadi sarana pendidikan informal bagi generasi muda mengenai pentingnya tanggung jawab dalam kehidupan keluarga. Meskipun zaman terus berkembang, tradisi jujuran tetap relevan dan dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya suku Tidung di Tarakan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi jujuran memiliki peran penting dalam pelestarian nilai budaya dan penguatan ikatan sosial dalam masyarakat Tidung.
References
Abdul Aziz Muhammad Azzam, & Abdul Wahhab Sayyed Hawwas. (2015). Fiqih Munakahat. Jakarta: Amhaz.
Ahmad, A. (2022). Pernikahan dalam Islam: Definisi dan Hukum. Jakarta: Pustaka Al-Qalam.
Aspandi. (2018). Tradisi jujuran perkawinan Suku Tidung Tarakan Kalimantan Utara dalam perspektif maslahat. Al-Daulah: Jurnal Hukum dan Perundangan Islam, (2).
Basyir, A. A. (2020). Kaidah-kaidah Hukum Islam (Kaedah Fiqh) (Edisi revisi). Yogyakarta: UII Press.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia.
Limpo, A. S. (2017). Hukum Perdata Islam di Indonesia. Makassar: UIN Alauddin Makassar.
Mengenal Bebantang, Tradisi Leluhur untuk Prosesi Pernikahan Suku Tidung di Kaltara. (2023). Tribun Kaltara.
Muhammad bin Ismail al-Bukhari. (2021). Shahih al-Bukhari (Jilid I). Riyadh: Maktabah al-Ma’rifah.
Muhammad bin Shalih al-Utsaimin. (2020). Penjelasan Kaidah-kaidah Fikih yang Agung (Terj. Amir Hamzah). Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.
Muslim bin Hajjaj Al-Naisaburi. (n.d.). Shahih Muslim (Jilid II). Beirut: Dar Ihya’ Al-Turats Al-Arabi.
Rahman, D. A. (2010). Ushul Fiqih. Jakarta: Hamzah.
Romli, D. (2009). Fiqh Munakahat (Cet. I). Bandar Lampung: Nur Utopi Jaya.
Sabiq, S. (2013). Fiqih Sunnah (Jilid 3, Terj. Abu Syauqina & Abu Aulia Rahma). Jakarta: Tinta Abadi Gemilang.
Susanto, B. (2022). Tradisi Pernikahan di Indonesia. Jakarta: Penerbit Ilmu.
Syarifuddin, A. (2010). Ushul Fiqih (Jilid II). Jakarta: Logos Wacana Ilmu.
Syarifuddin, A. (2011). Hukum Perkawinan Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana.
Sztompka, P. (2011). Sosiologi Perubahan Sosial (Cet. VI). Jakarta: Prenada Media Grup.
Tihami, S., & Sahrani. (2013). Fiqh Munakahat (Cet. ke-3). Depok: Rajawali Press.
Titin Sefi Antomi. (2020). Analisis Persepsi Masyarakat Adat Suku Tidung tentang Pemberian Uang Jujuran dalam Perspektif Hukum Islam (Skripsi). Universitas Islam Negeri Walisongo.
Utami, S. N. (2023). Mengenal Suku Tidung: Pakaian Adat, Rumah Adat, dan Dayak.Kompas.com.https://regional.kompas.com/read/2023/01/28/193646978/mengenal-suku-tidung-pakaian-adat-rumah-adat-dan-dayak
Wahbah, Z. (2011). Tafsir al-Munir fii al-‘Aqidah wa al-Shari’ah wa al-Manhaj (Juz 4). Beirut: Dar al-Fikr al-Mu’asir.
Yufi. (2020). Pernikahan menurut pandangan Islam. Gramedia Blog. https://www.gramedia.com/best-seller/pernikahan-menurut-pandangan-Islam/
Hidayat, R., & Mustofa, M. (2021). Tradisi dan hukum Islam: Analisis terhadap kearifan lokal dalam pernikahan adat di Indonesia. Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum, 31(2), 255–272. https://doi.org/10.21580/ahkam.2021.31.2.7881
Sulaiman, A., & Khotimah, S. (2020). Relevansi hukum Islam terhadap budaya lokal dalam perkawinan masyarakat Indonesia. Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum, 30(1), 91–108. https://doi.org/10.21580/ahkam.2020.30.1.5203
Copyright (c) 2026 Dessy Fitriani, Hasan bin Juhanis, Rapung

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The authors of a work hold the copyright and grant Al-Ahkam: Jurnal Hukum Pidana Islam the right of first publication. The work is also licensed under the Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0), which enables others to share the work while acknowledging the authorship and initial publication in the journal. The authors can make separate contractual agreements for the non-exclusive distribution of the published version of the work, such as by posting it to an institutional repository or editing it for a book, with an acknowledgment of its initial publication in this journal. Authors are allowed and encouraged to post their work online, such as in institutional repositories or on their website, before and during the submission process. This can lead to productive exchanges and greater citation of the published work.

2.png)
1.png)
2.png)
1.png)
1.png)
1.png)
1.png)
.png)
.jpg)
.png)


