RELEVANSI WAKTU SENGGANG TERHADAP KONSUMSI BERLEBIH DI ERA POSTMODERN

  • Nuraida Fitriah Bohari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Nurul Pratiwi
  • Nela Novyanti
  • Ainun Awaliah
  • Deril Deril
Keywords: Waktu senggang, Konsumsi berlebih, Postmodern

Abstract

Artikel ini berjudul relevansi waktu senggang terhadap konsumsi berlebih di era postmodern. Waktu senggang pada masyarakat postmodern lebih condong untuk melakukan aktivitas berupa mencari hiburan bahkan seringkali menghabiskan waktu begitu. Postmodern dengan kemudahannya telah menciptakan banyaknya waktu senggang akibat mudahnya pekerjaan dengan teknologi. Hal yang mendorong penulis melakukan penelitian ini adalah untuk meluruskan pemahaman mengenai waktu senggang yang sebenarnya dalam masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif atau library research, objek pembahasan dalam penelitian ini bersumber dari penelitian, jurnal, dan buku yang terkait dengan topik ini. Hasil dari penelitian ini adalah pada era postmodern waktu senggang tidak lagi digunakan untuk melakukan hal produktif tetapi menjelma menjadi suatu waktu melepas penat dari berbagai kesibukan menciptakan the leisure class yakni kalangan yang menghabiskan waktu senggangnya untuk mengkonsumsi secara berlebihan demi mengikuti gaya hidup hedonis. Artikel ini menunjukkan bahwa masyarakat post modern telah salah dalam penafsiran waktu senggang. Yang seharusnya ialah waktu untuk mengembangkan potensi diri dan menciptakan karya dan tidak melihat konsumsi dalam sudut pandang kepuasan melainkan kegunaan dari sebuah objek konsumsi.

References

Daftar Pustaka

Buku:

Dr. Bagong Suyanto. Sosiologi Ekonomi. Kapitalisme dan Konsumsi di Era Post- Modernisme. (Jakarta, Kencana :2013) hal. 85. 251

Jurnal

Aprillia, R. (n.d.). Konsumsi dalam pandangan jean baudrillard dan al-ghazali. Ekonomi Dan Keuangan Syariah.

Bakti, I. S., Anismar, A., & Amin, K. (2020). Pamer Kemewahan: Kajian Teori Konsumsi Thorstein Veblen. Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi), 14(1), 81–98. https://doi.org/10.24815/jsu.v14i1.18109

Bakti, I. S., Anismar, A., & Amin, K. (2020). Pamer Kemewahan: Kajian Teori Konsumsi Thorstein Veblen. Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi), 14(1), 81–98. https://doi.org/10.24815/jsu.v14i1.18109

Heldi, H. (2009). Pola Konsumsi Masyarakat Post-Modern (Suatu Telaah Perilaku Konsumtif Dalam Masyarakat Post-Modern). Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah, 1(1). https://doi.org/10.15408/aiq.v1i1.2458

Sahrub, S. M. P. (2020). Pemaknaan fashion: Studi gaya hidup pada komunitas Indonesia Sneakers Team Surabaya. Jurnal Sosiologi Dialektika, 14(2), 103. https://doi.org/10.20473/jsd.v14i2.2019.103-110

Sy, W. N. (2016). Capitalism and Economic Growth Across the World. SSRN Electronic Journal, June. https://doi.org/10.2139/ssrn.28

Published
2021-10-31